DESIGN, PRINTING & PAINTING

HUBUNGI KAMI: CP: YULIA DIAN AYUNINGSIH (085325384009)

Desain Kalender

Dengan berbagai jenis bentuk dan ukuran kalender dan di desain dengan estetis

Desain Brosure

Kami melayani desain dan cetak brosur

Desain Majalah

menerima desain dan cetak majalah dengan kualitas yang bagus.

Desain Undangan

berbagai macam desain undangan kami buat disini, kami siap melayani anda sesuai dengan pesanan desain yang anda inginkan

Berbagai macam desain kover album tahunan sekolah

Dengan tenaga desain yang ahli kami siap membantu anda untuk menampilkan tampilan cover yang fresh dan estetis

Melayani berbagai macam jenis lukisan

menerima pesanan lukisan pemandangan alam, wajah,karikatur dsb.

Tampilkan postingan dengan label senirupa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label senirupa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 April 2015

APA ITU ILUSTRASI?

ILUSTRASI GAMBAR
Ilustrasi adalah hasil visualisasi dari suatu tulisan dengan teknik drawing, lukisan, fotografi, atau teknik seni rupa lainnya yang lebih menekankan hubungan subjek dengan tulisan yang dimaksud daripada bentuk.
Adapula yang mengartikan "Ilustrasi gambar adalah gambaran singkat alur cerita suatu cerita guna lebih menjelaskan salah satu adegan" (Kusmiyati,1999:46). Secara umum ilustrasi selalu dikaitkan dengan menjelaskan sebuah cerita.

Gambar ilustrasi adalah gambar atau bentuk visual lain yang menyertai suatu teks, tujuan utama dari ilustrasi adalah memperjelas naskah atau tulisan dimana ilustrasi itu dikumpulkan (Ensiclopedia Americana,1990,No;14:787). Dengan demikian, gambar ilustrasi adalah gambar yang bercerita yang memiliki tema sesuai dengan tema isi cerita tersebut

Tujuan ilustrasi adalah untuk menerangkan atau menghiasi suatu cerita, tulisan, puisi, atau informasi tertulis lainnya. Diharapkan dengan bantuan visual, tulisan tersebut lebih mudah dicerna

Fungsi khusus ilustrasi antara lain:
• Memberikan bayangan setiap karakter di dalam cerita
• Memberikan bayangan bentuk alat-alat yang digunakan di dalam tulisan ilmiah
• Memberikan bayangan langkah kerja
• Mengkomunikasikan cerita.
• Menghubungkan tulisan dengan kreativitas dan individualitas manusia.
• Memberikan humor-humor tertentu untuk mengurangi rasa bosan.
• Dapat menerangkan konsep

Konsep ilustrasi bisa ditinjau kembali ke masa silam melalui lukisan dinding prasejarah dan konsep tulisan hierioglif.
Masa keemasan ilustrasi Amerika Serikat berlangsung pada tahun 1880, setelah perang dunia I. Hal ini terjadi seiring dengan populernya surat kabar, majalah, dan buku berilustrasi yang memungkinkan adanya eksperimen teknik oleh senimannya. Pada saat inilah banyak ilustrator yang menjadi kaya dan terkenal. Tema yang banyak muncul adalah aspirasi bangsa Amerika saat itu.

Di Eropa, seniman pada masa keemasan dipengaruhi oleh kelompok Pre-Raphaelite dan gerakan-gerakan yang berorientasi kepada desain seperti Arts and Crafts Movement, Art Nouveau, dan Les Nabis. Contohnya Walter Crane, Edmund Dulac, Aubrey Beardsley, Arthur Rackham dan Kay Nielsen.
Pada masa kini, ilustrasi semakin berkembang dengan penggunaan banyak software pembantu sepertiAdobe Illustrator, Photoshop, CorelDraw, dan CAD. Namun ilustrasi tradisional yang dibuat dengan tangan tetap memiliki nilai yang tinggi.

Di Indonesia, sejarah tradisi ilustrasi dapat merujuk kepada lukisan gua yang terdapat di Kabupaten Maros, provinsi Sulawesi Selatan dan di pulau Papua. Jejak ilustrasi yang berumur hampir 5000 tahun itu menggambarkan tumpukan jari tangan berwarna merah terakota. Selain lukisan gua, wayang beber dalam hiburan tradisional Jawa dan Bali dilihat sebagai ilustrasi yang merepresentasikan alur cerita kisah Mahabarata, tradisi yang kira-kira muncul bersamaan dengan berdirinya kerajaan Sriwijaya yang menganut agama Hindu di Pulau Sumatera bagian Selatan

Pada saat ini peranan ilustrasi sangat bermanfaat bagi perkembangan periklanaan khususnya pada media cetak dan televisi. Ilustrasi menjadi berkembang dan menjadi sebuah fenomena yang mewarnai dunia periklanan bersamaan dengan elemen-elemen lain seperti tipografi, layout, advertising dan lainnya.

Dalam proses belajar mengajar ilustrasi merupakan bagian yang paling menarik untuk belajar melalui gambar-gambar, dari hasil penelitian Seth Spaulding (Sudjana,2001:12). Menyimpulkan ilustrasi gambar sebagai berikut:
1. Ilustrasi gambar merupakan perangkat pelajaran yang sangat menarik minat belajar siswa
2. Ilustrasi gambar membantu siswa membaca dalam penafsiran dan mengingat isi materi teks yang menyertainya
3. Pada umumnya anak-anak lebih menyukai setengah atau sehalaman penuh bergambar disertai beberapa petunjuk yang jelas.
4. Ilustrasi gambar harus dikaitkan dengan kehidupan yang nyata, agar minat para siswa menjadi efektif
5. Ilustrasi gambar hendaknya ditata sedemikian rupa

Sekilas tentang ilustrasi di atas, ilustrasi digolongkan menjadi beberapa macam jenis karyanya serta fungsinya. Nah...MJU Guest tunggu di info selanjutnya yap...!!

Referensi:
Wikipedia bahasa Indonesia
Smart Consulting

LUKISAN KACA


Lukisan merupakan suatu karya visual yang merupakan hasil ekspresi dari seorang pelukis baik melalui objek secara langsung maupun imajinasi.

Ada banyak jenis media yang digunakan dalam menggambar/melukis diantaranya bisa melalui media kertas, kanvas, tembok, bahkan kaca, serta banyak lagi media lain
yang bisa digunakan.

berikut ini adalah karya-karya kreatif siswa SMA dalam membuat lukisan-lukisan dengan media kaca, atau biasa disebut lukisan kaca:












REALISME

Aliran ini memandang dunia sebagai sesuatu yang nyata. Lukisan adalah sejarah bagi zamannya. Pelukis bekerja berdasarkan kemampuan teknis dan realitas yang diserap oleh indera penglihatannya. Secara gamblangnya fantasi dan imajinasi harus dihindari. 

Realisme di dalam seni rupa berarti usaha menampilkan subjek dalam suatu karya sebagaimana tampil dalam kehidupan sehari-hari tanpa tambahan embel-embel atau interpretasi tertentu. Maknanya bisa pula mengacu kepada usaha dalam seni rupa untuk memperlihatkan kebenaran, bahkan tanpa menyembunyikan hal yang buruk sekalipun.

Pembahasan realisme dalam seni rupa bisa pula mengacu kepada gerakan kebudayaan yang bermula di Perancis pada pertengahan abad 19. Namun karya dengan ide realisme sebenarnya sudah ada pada 2400 SM yang ditemukan di kota Lothal, yang sekarang lebih dikenal dengan nama India.

Realisme menjadi terkenal sebagai gerakan kebudayaan di Perancis sebagai reaksi terhadap paham Romantisme yang telah mapan di pertengahan abad 19. Gerakan ini biasanya berhubungan erat dengan perjuangan sosial, reformasi politik, dan demokrasi.
Realisme kemudian mendominasi dunia seni rupa dan sastra di Perancis, Inggris, dan Amerika Serikat di sekitar tahun 1840 hingga 1880. Penganut sastra realisme dari Perancis meliputi nama Honoré de Balzac dan Stendhal. Sementara seniman realis yang terkenal adalah Gustave Courbet dan Jean François Millet.

Perupa realis selalu berusaha menampilkan kehidupan sehari-hari dari karakter, suasana, dilema, dan objek, untuk mencapai tujuan Verisimilitude (sangat hidup). Perupa realis cenderung mengabaikan drama-drama teatrikal, subjek-subjek yang tampil dalam ruang yang terlalu luas, dan bentuk-bentuk klasik lainnya yang telah lebih dahulu populer saat itu.
Dalam pengertian lebih luas, usaha realisme akan selalu terjadi setiap kali perupa berusaha mengamati dan meniru bentuk-bentuk di alam secara akurat. Sebagai contoh, pelukis foto di zaman renaisans, Giotto bisa dikategorikan sebagai perupa dengan karya realis, karena karyanya telah dengan lebih baik meniru penampilan fisik dan volume benda lebih baik daripada yang telah diusahakan sejak zaman Gothic.

Kejujuran dalam menampilkan setiap detail objek terlihat pula dari karya-karya Rembrandt yang dikenal sebagai salah satu perupa realis terbaik. Kemudian pada abad 19, sebuah kelompok di Perancis yang dikenal dengan nama Barbizon School memusatkan pengamatan lebih dekat kepada alam, yag kemudian membuka jalan bagi berkembangnya impresionisme. Di Inggris, kelompok Pre-Raphaelite Brotherhood menolak idealisme pengikut Raphael yang kemudian membawa kepada pendekatan yang lebih intens terhadap realisme.

Teknik Trompe l'oeil, adalah teknik seni rupa yang secara ekstrem memperlihatkan usaha perupa untuk menghadirkan konsep realisme.
Seiring dengan perkembangannya realism terjadi dua kecenderungan, ada yang memilih objek yang bagus dan mudah dilihat, ada pula yang memilih objek yang tidak enak dilihat (kumuh, mengerikan) dan aliran ini berkembang 

1. Aliran Cahaya: Impresionisme
2. Realisme Baru/Sosial: menggunakan objek dampak industry di perkotaan 
3. Realime Fotografis: dikaitkan dengan keberadaan dan kekuatan untuk menyamai hasil fotografi yang sangat detail dalam menangkap objek. 

Tokoh Realis:
Nusantara: Barli Sasmitawinata, S. sudjojono, Hendra Gunawan, Trubus, Dede Eri Supria dll
Mancanegara: Gustavet Courbert, Francisco de Goya, Honore Daumier.

GAMBAR BENTUK

A. Arti Gambar

Dalam ilmu bahasa kata menggambar kata ini terjadi dari bentuk asal gambar yang mendapat imbuhan awalan me-, dengan kata asalnya akan menimbulkan peristiwa persengauan atau mengalami proses nasalisasi.

Dengan begitu, maka kita dapat memahami bahwa kata menggambar dan kata gambar memiliki pengertian yang berbeda. Menggambar yang artinya kegiatan manusia membuat gambar, sedangkan yang dimaksud dengan gambar ialah hasil tiruan benda mati atau hidup.

Jadi, menggambar ialah meliputi semua kegiatan berkarya yang menghasilkan karya seni rupa dua dimensional atau suatu karya seni rupa yang dibatasi ukuran panjang dan lebar saja.

B. Arti Bentuk dan Sifatnya

Istilah bentuk dalam bahasa Indonesia dapat berarti bangun (Shape) atau bentuk plastis (Form). Setiap benda mempunyai bangun dan bentuk plastis. Bangun ialah benda yang polos seperti yang terlihat oleh mata sekedar menyebutkan sifatnya.

Misalnya :
- Almari bangunnya adalah segi empat/kubistis.
- Bola bangunnya adalah bundar.
- Botol bangunnya adalah silindris, dan lain-lain.
Bentuk_plastis ialah bentuk benda sebagaimana terlihat dan terasa karena adanya unsur nilai (Value) gelap terang sehingga kehadiran benda itu tampak dan terasa lebih hidup dan memainkan peran tertentu dalam lingkungannya.

Misalnya : Benda yang memiliki bangun kubistis antara lain: almari, meja, dan lain­-lain. Almari, meja, inilah yang dikatakan bentuk plastis.

Secara definitif (batasan arti), banyak para ahli mengemukakan rumusan-rumusan atau arti bentuk berbeda-beda. Dalam hal ini yang ditarik dari istilah bentuk tersebut di atas yaitu : Segala sesuatu yang tampak oleh mata telanjang kita, baik bidang titik garis yang terukur besar dapat dilihat warnanya dan dapat dirasakan teksturnya.

Menurut penampilannya bentuk dibedakan dalam bentuk Dwi matra dan Tri matra. Yang dimaksud dengali bentuk dwi matra ialah bentuk yang memiliki ukuran panjang dan lebar saja, sedangkan Tri matra ialah bentuk yang memiliki ukuran panjang, lebar dan tinggi.

Sumber-sumber bentuk adalah :
a. Bentuk yang terdapat di alam (bentuk naturalis)
b. Bentuk yang dibuat oleh manusia.
c. Bentuk yang terjadi karena alat (mekanik/manual).

Kita berada di lingkungan mengenal berbagai bentuk. Berdasarkan sifatnya, bentuk/benda dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :

1. Bentuk Geometrik ialah sifat bentuknya terukur dan teratur.
2. Bentuk Organik ialah sifat bentuknya tidak teratur atau lebih bervariasi.

Untuk lebih jelasnya mari kita bicarakan apa dan bagaimana bentuk-bentuk tersebut.

1. Bentuk Geometrik dapat dibagi menjadi 3 jenis :
a. Bentuk Kubistis, yaitu bentuk benda yang dibatasi oleh bidang datar.
Misalnya : Kotak kapur, meja, almari dan lain-lain
b. Bentuk Silindris, yaitu bentuk benda yang tabung atau benda yang dibatasi oleh lingkarar dan
bidang datar.
Misalnya : Kaleng, gelas, botol dan lain-lain.
c. Bentuk Bundar,
Misalnya : bola, globe, kelereng dan lain-lain.

2. Benda Organik adalah apabila kita amati dengan mata biasa bentuk-bentuk yang terdapat di alam cenderung memiliki sifat yang bervariasi baik warna maupun coraknya, maka bentuk alam, tersebut dapat digolongkan ke dalam bentuk organik.

C. Arti Menggambar Bentuk

Setelah kita memahami secara kronologi (berurutan) dari arti menggambar dan arti bentuk. maka berikutnya kita tinjau arti secara istilah menggambar bentuk. Yang dimaksud dengan menggambar bentuk ialah menggambar dengan cara langsung melihat dan memperhatikan bentuk benda-benda yang sengaja atau kita letakkan di hadapan kita.

Dalam menggambar bentuk inilah kita harus berusaha membuat gambar yang setepat dan serupa mungkin dengan obyek yang kita gambar. Artinya harus dengan tangan dan alat-alat menggambar yang disertai dengan ketelitian mata serta perasaan yang penuh.

Obyek-obyek yang hendak kita gambar, kita persiapkan dengan.sengaja. Biasanya hanya berupa benda-benda pilihan yang bentuknya baik dan menarik saja. Sumber-sumber bentuk yang akan digambar yang serupa bentuk benda alami atau bentuk benda yang dibuat oleh manusia.

D. Jenis Gambar Bentuk

Hasil menggambar bentuk biasanya diberi judul menurut jenis obyek atau model yang ditiru :

a. Gambar alam benda (Still Life) bilamana wujud gambar diperoleh dari mencontoh obyeknya benda-benda mati, dengan cara mengamati secara langsung berhadapan dengan benda/obyek yang digambar.
b. Gambar model (gambar potret) bilamana obyek yang digambar adalah manusia.
c. Gambar ingatan (Drawing Apersepsi), bilamana wujud gambar diperoleh dengan tanpa melihat benda secara langsugg, tetapi pernah melihat benda tersebut.

E. Cara Menggambar Bentuk

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menggambar bentuk, antara lain :

1. Proporsi
2. Komposisi
3. Perspektif
4. Penterjemahan bahan (Tekstur)
5. Gelap terang.

Keterangan :
1. Proporsi ialah suatu ukuaran perbandingan antara bagian-bagian yang satu dengan yang lain pada benda tersebut.
2. Komposisi ialah suatu susunan keseluruhan yaitu antara benda yang digambar dengan ruang yang digambari.
3. Perspektif ialah gambar dari suatu benda yang merupakan suatu pandangan kedalaman yang serasi dari wujud benda tersebut.
4. Penterjemahan bahan (tekstur) ialah mewujudkan suatu sifat-sifat benda yang digambar sesuai dengan sifat bahannya.

Misalnya :
- Batu dinyatakan dengan titik-titik
- Kaca dinyatakan dengan garis-garis
- Kayu dinyatakan dengan garis lengkung dsb.

5. Gelap terang ialah untuk mewujudkan volume/plastisitas suatu gambar benda.

Perkembangan Seni Rupa Indonesia pada Zaman Batu

Zaman Batu
Periode ini dibagi atas tiga zaman yaitu Zaman Batu Kuno (Palaeolithikum), Zaman Batu Tengah (Mezolithikum) dan Zaman Batu Baru (Neolithikum).

(1). Zaman Batu Kuno (Palaeolithikum)
Zaman ini berlangsung lama sekali yaitu kira-kira 600.000 tahun. Pada masa ini manusia masih hidup mengembara atau berpindah-pindah tempat (nomaden). Benda-benda yang mereka buat dikerjakan secara kasar dan dipergunakan untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari. Benda-benda itu seperti kapak genggam (chopper), peralatan dari tulang dan peralatan kecil dari batu (flakes).
Daerah-daerah penemuannya : Pacitan, Ngandong, Sangiran dan lain-lain.
(2). Zaman Batu Tengah (Me2olithikum).
Pada zaman ini manusia sudah mulai bertempat tinggal tetap yakni didalam gua-gua dan dipinggir pantai. Peralatan yang mereka buat masih mnyerupai peralatan Palaeolithikum seperti kapak genggam yang disebut pebble, peralatan dari tulang dan flakes.
Hasil kesenian yang mereka buat berupa gambar atau lukisan yang terdapat pada dinding gua seperti lukisan cap tangan dan lukisan babi hutan.

(3). Zaman Batu Baru (Neolithikum)
Zaman ini berlangsung antara tahun 2000 - 1500 SM. Peralatan yang mereka buat dikerjakan secara halus dan indah sekali. Alat-alat itu seperti : kapak persegi, kapak lonjong, ujung-ujung panah dan tombak. Benda-benda seni yang dihasilkan antara lain perhiasan dari batu dan tembikar.
Bangunan-bangunan/benda yang dihasikan pada zaman ini antara lain :
(a). Menhir yaitu tugu atau tiang yang berfungsi sebagai tanda peringatan dan melambangkan arwah nenek moyang.
(b). Dolmen yaitu meja batu berkaki menhir yang dipergunakan untuk tempat sajian dan pemujaan kepada nenek moyang. Dolmen yang berisi kubur batu disebut Pandhusa.
(c). Sarcophagus (keranda) yaitu benda untuk penyimpanan mayat.
(d). Kubur Batu
(e). Punden Berundak-undak yaitu bangunan pemujaan yang tersusun bertingkat.

Senin, 19 Mei 2014

JENIS-JENIS ALIRAN SENI LUKIS

1. Aliran Neo-Klasik


Pecahnya revolusi Perancis pada tahun 1789, merupakan titik akhir dari kekuasaan feodalisme di Perancis yang pengaruhnya terasa juga ke bagian-bagian dunia lainnya. Revolusi ini tidak hanya perubahan tata politik dan tata social, tetapi juga menyangkut kehidupan seni. Para seniman menjadi bebas dalam memperturutkan panggilan hati masing-masing, dimana mereka berkarya bukan karena adanya pesanan, melainkan semata-mata ingin melukis saja.

Maka dengan demikian mulailah riwayat seni lukis modern dalam sejarah yang ditandai dengan individualisasi dan isolasi diri. Jacques Louis David adalah pelukis pertama dalam babakan modern. Pada tahun 1784, David melukiskan “SUMPAH HORATII”. Lukisan ini menggambarkan Horatius , bapak yang berdiri di tengah ruangan sedang mengangkat sumpah tiga anak laki-lakinya yang bergerombol di kiri, sementara anak perempuannya menangis di sebelah kanan.

Lukisan ini tidak digunakan untuk kenikmatan, melainkan untuk mendidik, menanamkan kesadaran anggota masyarakat atas tanggung jawabnya terhadap Negara. J.L. David merupakan pelopor aliran Neo-Klasik, dimana lukisan Neo-Klasik bersifat Rasional, objektif, penuh dengan disiplin dan beraturan serta bersifat klasik.

Ciri-cirinya Lukisan Neo-Klasik :
a.Lukisan terikat pada norma-norma intelektual akademis.
b.Bentuk selalu seimbang dan harmonis.
c.Batasan-batasan warna bersifat bersih dan statis.
d.Raut muka tenang dan berkesan agung.
e.Berisi cerita lingkungan istana.
f.Cenderung dilebih-lebihkan.

Tokoh penerus J.L. David dalam Neo-Klasik adalah JEAN AUGUAST DOMINIQUE INGRES (1780-1867)

2. Aliran Romantik

Aliran Romantik merupakan pemberontakan terhadap aliran Neo-Klasik, dimana Jean Jacques Rousseau mengajak kembali pada alam, sebagai manusia yang tidak hanya memiliki pikiran tetapi juga memiliki perasaan dan emosi. 

Lukisan-lukisan romantik cenderung menampilkan :
Hal yang berurusan dengan perasaan seseorang (sangat ditentang dalam aliran Neo- Klasik)
Eksotik, kerinduan pada masa lalu
Digunakan untuk perasaan dari penontonnya
Kecantikan dan ketampanan selalu dilukiskan

Ciri-ciri aliran Romantis sebagai berikut :
a.Lukisan mengandung cerita yang dahsyat dan emosional.
b.Penuh gerak dan dinamis.
c.Warna bersifat kontras dan meriah.
d.Pengaturan komposisi dinamis.
e.Mengandung kegetiran dan menyentuh perasaan.
f.Kedahsyatan melebihi kenyataan.

Tokoh-tokhnya antara lain :
a.Eugene Delacroix
b.Theodore Gericault
c.Jean Baptiste
d.Jean Francois Millet

Tokoh yang betul-betul pemberontak dan pertama kali menancapkan panji-panji romantisme adalah Teodore Gericault (1791-1824) dengan karyanya yang berjudul “RAKIT MENDUSA”. Romantisme berasal dari bahasa Perancis “Roman” (cerita), sehingga aliran ini selalu melukiskan sebuah cerita tentang perbuatan besar atau tragedy yang dahsyat.

3. Aliran Realisme

Realisme merupakan aliran yang memandang dunia tanpa ilusi, mereka menggunakan penghayatan untuk menemukan dunia. Salah seorang tokoh Realisme yang bernama “Courbet” dari Perancis mengatakan :

“TUNJUKANLAH KEPADAKU MALAIKAT, MAKA AKU AKAN MELUKISNYA, artinya ia tidak akan melukis sesuatu yang tidak ditunjukkan kepadanya (sesuatu yang tidak real/nyata). Aliran Realisme selalu melukiskan apa saja yang dijumpainya tanpa pandang bulu dan tanpa ada idealisasi, distorsi atau pengolahan-pengolahan lainnya. Gustave Courbet (1819-1877) memandang bahwa lukisan itu pada dasarnya seni yang kongkrit. Lukisan-lukisan Courbet selalu menampilkan kenyataan hidup yang pahit seperti “Lukisan Pemecah Batu” dll. 

Tokoh : Jean Francois, Millet dan Honore Daumier.

4. Aliran Naturalisme

Aliran Naturalisme adalah aliran yang mencintai dan memuja alam dengan segenap isinya. Penganut aliran ini berusaha untuk melukiskan keadaan alam, khususnya dari aspek yang menarik, sehingga lukisan Naturalisme selalu bertemakan keindahan alam dan isinya. Monet merupakan salah satu tokoh pelukis Naturalisme, tetapi terkadang lukisannya mendekati Realisme. Meskipun lukisan Naturalistiknya Monet yang mendekati Realisme, tetapi sangat berbeda dengan lukisan Gustave Courbert sebagai tokoh realisme.

Realismenya Courbert bersifat sosialistik yang moralitasnya cukup tinggi, sedangkan realismenya Monet cenderung melukiskan yang indah-indah dan amoral, karena prinsip Monet adalah “seni untuk kepentingan seni, bukan untuk apapun. Para pelukis Naturalisme sering dijuluki sebagai pelukis pemandangan. Tokoh Naturalisme yang berasal dari Inggris adalah Thomas Gainsbrough (1727-1788).

Tokohnya antara lain John Constable, William Hogart, Frans Hall.

5. Aliran Impresionis

Apabila ada orang mendengar istilah Impresionisme, maka asosiasi mereka biasanya tertuju pada lukisan-lukisan yang impresif, yaitu lukisan yang agak kabur dan tidak mendetail. Claud Monet bukan tokoh impresionisme, tetapi aliran impresionisme banyak diilhami oleh penemuan-penemuan Claud Monet dalam setiap lukisannya. Seorang tokoh impresionisme dari Prancis bernama Piere Auguste Renoir (1841-1919).

Pelukis ini sangat gemar melukis wanita, baik dalam kondisi berpakaian maupun tanpa busana. Lukisan impresionis sangat dipengaruhi oleh keadaan cuaca, karena melukis dilakukan di luar studio. Lukisan impresionis biasanya tidak mempunyai kontur yang jelas dan nampak hanya efek-efek warna yang membentuk wujud tertentu.

Tokohnya : Eduard Manet, Claude Monet,Auguste Renoir, Edward Degas dan Mary Cassat.

6. Aliran Ekspresionisme

Pada tahun 1990-an, para pelukis mulai tidak puas dengan karya yang hanya menonjolkan bentuk-bentuk objek. Mereka mulai menggali hal-hal yang berhubungan dengan batin, sehingga muncullah aliran ekspresionisme. Vincent Van Gogh (1850) adalah tokoh yang menjadi tonggak kemunculan aliran ekspresionisme dan tokoh lain yang mengikuti adalah Paul Cezanne, Paul Gauguin, Emil Nolde dan di Indonesia yaitu Affandi. Ekspresionisme merupakan aliran yang melukiskan aktualitas yang sudah didistorsikan ke arah suasana kesedihan, kekerasan ataupun tekanan batin.

Pelopornya adalah Vincent Van Gogh, Paul Klee, Emile Nolde, W . Kandinsky, dan Edvard Munch.

7. Aliran Fauvisme

Nama fauvisme berasal dari bahas Prancis “Les Fauves”, yang artinya binatang liar. Aliran fauvisme sangat mengagungkan kebebasan berekspresi, sehingga banyak objek lukisan yang dibuat kontras dengan aslinya seperti pohon berwana 0ranye/jingga atau lainnya. Lukisan-lukisan fauvis betul-betul membebaskan diri dari batasan-batasan aliran sebelumnya.

Pelukis fauvisme cenderung melukis apa yang mereka sukai tanpa memikirkan isi dan arti dari sebuah lukisan yang dibuat. Maurice De Vlaminck, merupakan tokoh fauvisme yang banyak terinspirasi oleh goresan warna Vincent Van Gogh, sampai-sampai ia berkata ; Saya lebih mencintai Van Gogh dari pada Ayah saya.

Tokoh-tokohnya Antara lain Henr y Matisse, Andre
Derain, Maurice de Vlaminc.

8. Aliran Kubisme

Aliran kubisme dilatar belakangi oleh konsep Paul Cezanne yang mengatakanbahwa bentuk dasar dari segala bentuk adalah silinder , bola, balok dan semua bentuk yang ada di dalam di pengaruhi oleh perspektif, sehingga bidang tertuju pada satu titik tengah. Karya Picasso menjadi insfirasi kemunculan karya- karya kubisme, karena motif geometris digunakan oleh Picasso.

Lukisan kubisme mengedepankan bentuk-bentuk germetris. Tokoh kubisme yang sangat terkenal adalah Picasso dan Paul Cezanne, tetapi di samping kedua tokoh ini masih banyak tokoh lain yg menganut Kubisme seperti Juan Gris dll.

9. Aliran Abstraksionisme

Aliran Abstraksionime adalah aliran yg berusaha melepaskan diri dari sensasi-sensasi atau asosiasis figuratif suatu obyek. Aliran Abstraksionis di bedakan menjadi dua yaitu.
Abstrak kubistis

Yaitu abstrak dalam bentuk geometrik murni seperti lingkaran kubus dan segi tiga 
Tokoh aliraran ini berasal dari Rusia yaitu Malivich [1913]
Abstrak Nonfiguratif

Yaitu abstrak dalam arti seni lukis haruslah murni sebagai ugkapan perasaan, di mana garis mewakili garis ,warna mewakili warna dan sebagainya. Bentuk alami ditinggalkan sama sekali. Tokohnya adalah Wassily kadinsky, Naum Goba.

10. Aliran Futuris

Aliran Futuris muncul di Itali pada tahun 1909, sebagai reaksi terhadap aliran kubisme yang dianggap dinamis penuh gerak, karena itu temanya cenderung menggambarkan kesibukan-kesibukan seperti,pesta arak-arakan, perang dll. 

Tokoh aliran ini antara lain :
Carlo Carra
Buido Severini 
Umbirto Boccioni
F.T Marineti

11. Aliran dadaisme

Aliran dadaisme merupakan pemberontak konsep dari konsep aliran sebelumnya. Aliran ini mepunyai sikap memerdekakan diri dari hukum-hukum seni yg telah berlaku. Ciri aliran ini sinis, nihil dan berusaha meleyapkan ilusi. Aliran ini dilatar belakangi oleh perang dunia pertama yg tak kunjung berhenti.

Perang yg tak kunjung padam memberi kesan hilangnya nilai sosial dari nilai estetika di muka bumi, sehinga pandangan dadaisme tidak ada estetika dalam karya seni. Tokoh Dadisme adalah Paul klee, Scwitters Tritan Tzara, Maron Janco dll.

12. Aliran Surealisme.


Aliran surealis banyak di pengaruhi oleh teori analisis psikologis. Sigmund Freud mengenai ketidak sadaran dalam anatomisme dan impian. Surealisme sering tampil tidak logis dan penuh fantasi, seakan-akan melukis dalam mimpi.

Tokoh surealis yaitu
Salvador Dali
Maxt Ernest
Jona Mirod